Sabtu, 22 Desember 2012

Cara Terapi tokso

Cara Terapi Pengobatan Dan Penyembuhan Virus Tokso

Toksoplasma adalah penyakit yang diakibatkan oleh parasit Toksoplasma Gondii yang dapat ditularkan oleh kucing dan hewan peliharaan  rumah lainnya.
Toksoplasma merupakan suatu infeksi yang disebabkan oleh parasit Toxoplasma gondii yang penyebarannya bisa terjadi melalui makanan atau air yang sudah terkontaminasi serta bisa juga ditularkan dari hewan ke manusia.
Parasit toksoplasma sering dijumpai pada kotoran kucing dan bisa menempel di mana-mana lalu menular ke manusia. Bukan cuma berbahaya bagi ibu hamil, parasit ini diduga juga bisa meningkatkan risiko kanker otak pada orang yang tertular.
Infeksi parasit toksoplasma gondii (toksoplasmosis) bisa menyebabkan masalah kesehatan yang serius pada orang yang daya tahan tubuhnya lemah.
Pada binatang, infeksi toksoplasma memang sudah terbukti mempengaruhi otak. Selain memicu kanker, infeksi parasit ini juga menyebabkan peribahan perilaku, misalnya pada tikus jadi tidak punya rasa takut sehingga mudah diterkam dan dimangsa oleh kucing. Fakta yang ada penyebaran toksoplasma paling umum terjadi dari sayuran mentah atau sayuran yang tidak dicuci dengan benar serta makanan yang dimasak dengan tidak sempurna
Toksoplasma dalam bentuk Tachizoit terdapat dalam cairan tubuh seperti darah, air liur, dan cairan sperma, yang mampu ditularkan oleh serangga lewat gigitan. Tachizoit pun bisa bersarang di calon telur atau kelenjar susu sehingga tidak menutup kemungkinan telur dan air susu pun bisa tertular Toksoplasma. Penularan juga bisa terjadi lewat transfusi darah atau transplantasi organ yang membawa Kista Toksoplasma. Cangkok jantung, ginjal, dan hati bisa menjadi ajang penularan Toksoplasma.
Sementara pada manusia, selama ini yang dinilai berisiko hanya ibu hamil karena dikhawatirkan bisa berakibat fatal pada kesehatan janin. Dengan hasil penelitian terbaru tersebut, maka orang dewasa juga bisa mengalami peningkatan risiko yang fatal akibat infeksi toksoplasma.
Pada dasarnya manusia resisten [kebal] terhadap infeksi Toksoplasma. Walaupun terinfeksi [kuman masuk ke dalam tubuh, itu tidak menimbulkan gejala penyakit. Jika tubuh kuat, maka parasit yang diidap hanya diam tenang tidak menimbulkan gejala penyakit. Kista akan menimbulkan gejala sakit jika kondisi tubuh lemah, kekebalan tubuh menurun, kekurangan gizi, dan dalam keadaan stres. Kista pada jaringan tubuh dapat merusak organ.
Sementara itu, kalau infeksi terjadi pada jantung dapat mengakibatkan kerusakan katup jantung. Infeksi pada jaringan syaraf dan otak menimbulkan berbagai gejala yaitu sakit kepala, rasa baal (mati rasa) sebagian anggota tubuh hingga menimbulkan kejang-kejang yang berujung pada kematian. Namun kasus fatal akibat toksoplasma jumlahnya kecil sekali.
Tanpa penanganan medis, toksoplasma dapat bertahan hidup hingga seumur hidup Anda. Pada tubuh dengan daya tahan tinggi, toksoplasma mungkin tidak akan menimbulkan gejala. Ia hanya membentuk diri menjadi kista, menempel pada jaringan tubuh, dan siap menginfeksi bila yang bersangkutan kembali terpapar toksoplasma dalam jumlah besar.
Berdasarkan beberapa hasil penelitian, sekitar 40 persen wanita hamil pengidap toksoplasma pada awal kehamilan, janin yang dilahirkan akan terinfeksi, dan 15 persen mengalami abortus atau kelahiran dini. Sebanyak 17 persen janin terinfeksi pada trimester pertama, 24 persen pada trimester kedua, dan 62 persen pada trimester ketiga.
Hasil penelitian lain juga mengatakan bahwa 90 persen bayi yang terinfeksi dapat lahir dengan normal, walaupun 80-90 persen bayi tersebut dapat menderita gangguan penglihatan sampai buta setelah beberapa bulan atau beberapa tahun setelah lahir, dan 10 persen dapat mengalami gangguan pendengaran.
Toksoplasma pada bayi dapat menyebabkan kelainan pada saraf, mata, serta kelainan sistemik seperti pucat, kuning, demam, pembesaran hati dan limpa atau pendarahan. Gangguan fungsi saraf dapat mengakibatkan keterlambatan perkembangan psikomotor dalam bentuk retardasi mental (gangguan kecerdasan maupun keterlambatan perkembangan bicara), serta kejang dan kekakuan yang akhirnya menimbulkan keterlambatan perkembangan motorik.
Infeksi pada bayi juga berpotensi menyebabkan cacat bawaan, terutama bila terjadi pada usia kehamilan awal sampai tiga bulan. Toksoplasma juga dapat menyebabkan encephalus (tidak memiliki tulang tengkorak), hydrocephalus (pembesaran kepala), dan bahkan kematian.
Sedangkan untuk mengurangi risiko infeksi toksoplasma pada manusia, para peneliti menyarankan untuk sering-sering membersihkan kucing maupun hewan peliharaan lainnya. Selain itu, hindari makan daging setengah matang dan menghirup debu atau apapun yang mungkin terkontaminasi kotoran kucing.
Toksoplasma memiliki beberapa cara untuk masuk ke dalam tubuh anda, yaitu :
• Secara tidak sengaja menelan tinja kucing yang mengandung telur toxoplasma. Umumnya cara ini tidak disadari, misalnya makan dengan tangan yang telah terkontaminasi sehabis berkebun, membersihkan tempat makan kucing atau barang-barang lain yang sudah terkontaminasi
• Mengonsumsi daging hewan yang terlah terkontaminasi dan tidak dimasak secara matang
• Mengonsumsi air yang telah terkontaminasi
Gejala
Gejala gejala yang dialami oleh seseorang yang mengidap Toksoplasma adalah 80 – 90% orang normal tidak menunjukkan gejala. Hanya 10 – 20% menunjukkan gejala. Pada orang dewasa toksoplasma biasanya menimbulkan gejala berupa :
• Rasa lelah
• Flu
• Nyeri kepala
• Sakit tenggorokan
• Demam
• pembesaran kelenjar getah bening termasuk hati serta limpa,
• gangguan pada kulit.
Gejalanya biasanya ringan dan sembuh sendiri dalam beberapa bulan. Kebanyakan orang akan menganggap bahwa dia terkena flu ringan dan tidak perlu pergi ke dokter. Dokter pun sangat jarang yang berpikir kearah infeksi Toksoplasma.
Infeksi TORCH ini meliputi:
• Toksoplasma
Infeksi umum didunia yang disebabkan oleh parasit protozoa Toxoplasma gondii. Infeksi ini ditularkan dari hewan ke manusia atau melalui makanan dan air yang sudah tercemar. Parasit bisa ditularkan dari ibu ke plasenta yang menyebabkan kecacatan. Sekitar 5-10 persen akan mengalami keguguran spontan, 8-10 persen mengakibatkan bayi lahir dengan kerusakan mata atau otak yang parah dan 10-13 persen bayi yang selamat mengalami gangguan penglihatan.
• Infeksi rubella
Infeksi ini juga dikenal sebagai campak jerman. Rubella pada trimester pertama kehamilan sekitar 90 persen mengalami risiko kelainan bawaan seperti buta, tuli, penyakit jantung, keterbelakangan mental dan bahkan keguguran.
• Cytomegalovirus (CMV)
Infeksi ini merupakan keluarga virus herpes dan termasuk salah satu jenis yang paling banyak tersebar di dunia. Penyakit ini ditularkan melalui kontak seksual atau selama kehamilan. Akibat yang timbul sekitar 10 persen mengalami komplikasi dan 80-90 persen mengalami gangguan pendengaran, penglihatan dan berbagai variasi keterbelakangan mental.
• Virus herpes simplex (HSV)
Infeksi ini ada 2 tipe virus yaitu herpes simplex virus 1 (HSV 1) dan herpes simplex virus (HSV 2). Umumnya ditularkan melalui kontak sosial pada masa anak-anak atau kontak seksual pada orang dewasa. Kedua tipe HSV ini bisa mengakibatkan gangguan parah pada janin atau bayi lahir dan bahkan berakibat fatal.
Beberapa kiat untuk menghindari toksoplasmosis:
• Periksa kesehatan pranikah untuk memastikan Anda dan pasangan benar-benar sehat.
• Periksa kesehatan ketika merencanakan kehamilan, supaya dapat segera diambil tindakan pencegahan jika terjadi toksoplasmosis atau infeksi lainnya.
• Konsumsi daging yang benar-benar matang atau tidak ada lagi bagian yang berwarna merah muda. Daging yang dibekukan (disimpan dalam freezer) selama beberapa hari, daging asap, biasanya tidak mengandung tokso, tetapi sebaiknya tetap dimasak sebelum disantap.
• Minum susu yang sudah dimasak atau dipasteurisasi.
• Cuci tangan dengan sabun dan air hangat setelah mengolah daging. Cuci juga peralatan memasak seperti pisau, talenan, dan mangkuk bekas tempat daging mentah, sampai benar-benar bersih.
• Cuci buah-buahan dan sayuran dengan air mengalir yang bersih.
• Hati-hati bila menyantap lalapan di warung makan. Pastikan lalapan tersebut sudah dicuci.
• Kupas buah-buahan sebelum dimakan.
• Minum air yang bersih dan matang.
• Hindari kontak langsung dengan kotoran kucing atau gunakan sarung tangan saat merawat kucing.
• Kenakan sarung tangan ketika berkebun atau berkegiatan dengan tanah liat yang mungkin terkontaminasi kotoran hewan. Bersihkan peralatan berkebun sesudahnya.
• Periksakan hewan peliharaan secara teratur ke dokter hewan.
Virus Tokso
Tanda Manalu
Vonis Dokter Tak Terbukti
“Badan lemas, sering mimpi buruk & kelumpuhan tidak terjadi karena pengobatannya didampingi TNBB”
Tahitian
 Noni ® Bioactive Beverage Original ™ Solusi Herbal Alami
Agustus 2010 lalu, otak Tanda terinfeksi virus tokso. Selama satu bulan, ia lemas tak berdaya. kepalanya pusing dan bahkan sulit sekali untuk bangun dari tempat tidur. Virus itu membuat kekebalan tubuhnya menurun drastis.
Pada bulan September, Tanda anfal. Kondisinya drop. Ia pun dilarikan ke rumah sakit. Saat itu, hasil tes CD4 Tanda sangat rendah. Tes ini menunjukkan jumlah CD4/sel darah putih dalam 1 milimeter kubik darah. Sel darah putih sangat penting bagi sistem kekeblan tubuh. Hasil tes CD4 Tanda hanya menunjukkan angka 6. Padahal , jumlah CD4 yang normal berkisar antara 500-1600. Seorang dokter bahkan mengatakan, dengan hasil tes CD4 serendah itu, Tanda seharusnya sudah berada di ‘alam’ lain.
Di rumah sakit, kondisi Tanda terus memburuk. Namun di tengah kekalutan, keluarga Rondang bertemu dengan Ramadhan – yang datang membawakan TAHITIAN NONI ® Bioactive Beverage ™ – Original (TNBB), untuk sesama member TNBB, –Bambang– yang dirawat karena stroke. Rondang kaget melihat perkebangan Bambang. Tiga hari setelah mengonsumsi TNBB, bibirnya yang monyong akibat serangan stroke bisa kembali normal. Rondang pun terpikir untuk memberikan TNBB kepada Tanda. Pada hari pertama, Tanda mengonsumsi TNBB secara intens: dalam dua jam, ia menghabiskan satu botol TNBB. Saat itu, kerena kondisinya memang parah. Meskipun Tanda tetap sadar, namun karena syarafnya terserang virus, ia tak nyambung jika diajak bicara.
Setelah botol pertama habis, selanjutnya Rondang memberi Tanda 100 ml TNBB per satu jam. Konsumsi TNBB memberikan dampak yang menggembirakan. Tanda sudah bisa duduk sendiri, dari posisi berbaring. Tadinya, ia bahkan harus dibantu dua orang untuk bisa duduk di ranjang. Dampak lainnya, setelah lima hari tidak buang air besar (BAB) sehingga perutnya mengeras, Tanda pun bisa lancar BAB setelah meminum TNBB. Air seninya yang tadinya berwarna keruh berubah menjadi bening.
Selama mengonsumsi TNBB, Tanda tetap teratur meminum obat-obatan yang diresepkan dokter. Ada obat paru-paru unutk mengobati TBC-nya, obat saraf dan obat tokso. Karena dosis obat kimia yang tinggi, kulit Tanda menghitam bak arang. Namun dua bulan kemudian, ia sembuh dari TBC, bahkan tidak mengeluarkan dahak lagi. Sebelum mengonsumsi obat tokso, dokter berpesan pada Tanda, Obat itu akan membuatnya lemas, sering bermimpi buruk dan lumpuh seperti kakek umur 60 tahun. Minimal Tanda takkan bisa beraktivitas normal selam enam bulan. Nyatanya, konsumsi obat tokso yang diiringi TNBB membuat semua ‘vonis’ dokter itu tak terbukti.
Dalam waktu dua bulan, Tanda sudah aktif lagi. Ia naik motor kemana-mana dan giat memasarkan TNBB juga. Kini Tanda telah mengurangi dosis obat-obatan medisnya serta tetap mengonsumsi TNBB. Empat bulan lagi, ia akan kembali menjalani tes untuk melihat perkembangan kondisinya. Namun Tanda, Rondang dan keluarga sangat yakin, TNBB akan membantu mereka memulihkan kondisi kesehatan Tanda.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar